• Pengertian Madu
  • Cara Mengganti Slider
Tampilkan postingan dengan label Selain Madu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selain Madu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

Cara Membuat Label pada Blog

Membuat Label Baru

Untuk membuat label baru, cara pertama adalah dengan mengetikan nama label di pilihan labels dis sidebar kanan ketika anda mengedit atau membuat sebuah post. saya rasa semua blogger sudah tahu cara ini.


Pertama, buka halaman daftar post dengan mengklik menu “Posts” di sidebar kiri. Setelah itu, tandai/ceklis posting yang mana saja yang ingin anda tambahkan labelnya -seperti pada gambar diatas-. klik ikon di samping bacaan “Revert to draft”. Lalu klik “New label”. Akan muncul sebuah kotak dialog, lalu ketikan nama label yang anda inginkan. Saya mengetikkan label “testing” karena ini sebagai contoh saja. Selesai, dan label baru telah terbuat.
Mengedit Dan Menghapus Label
Sebenarnya, di blogger anda tidak bisa mengedit sebuah label yang sudah anda buat. Secara teknis, anda hanya bisa membuat dan menghapusnya. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi anda jika anda ingin mengganti nama label.
Untuk menghapus sebuah label, cara pertama adalah dengan tidak mengintegrasikan posting apapun di blog anda dengan sebuah label. Jadi, dengan mengosongkan label tersebut dari posting secara otomatis label akan terhapus. Namun, cara ini lama karena anda harus mengedit satu-persatu posting dengan label tertentu dan menghapus label itu.
Jika anda ingin menghapus label sekaligus banyak, langkah pertama adalah dengan memfilter atau menyaring daftar posting dengan label terpilih seperti yang terlihat pada gambar dibawah. Caranya adalah dengan memilih label di pojok kanan atas disamping form pencarian. Setelah itu, ceklis semua post yang ada. Klik ikon label di samping bacaan “Publish”. Lalu, akan keluar dropdown label dan klik nama label yang tadi anda filter/saring postingannya. Di gambar saya memilih label testing karena label itulah yang akan saya hapus. Setelah anda mengkliknya, label tersebut akan terhapus.

Lalu, bagaimana dengan mengedit label ? Pertama hapuslah label yang ingin anda edit dengan cara diatas, kemudian buatlah label baru yang namanya mirip dengan cara pertama tanpa anda harus menghilangkan tanda ceklis pada postingannya terlebih dahulu.







Selasa, 20 September 2016

Cerita Pendek

Cerita Pendek

Pengertian

     Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.


     Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Struktur

     1. Abstraksi
     Abstraksi merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.

     2. Orientasi
     Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.

     3. Komplikasi
     Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.

     4. Evaluasi
     Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.

     5. Resolusi
     Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.

     6. Koda
     Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.

Ciri - ciri


  1. Ceritanya jauh lebih pendek dibanding dengan novel.
  2. Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau tidak lebih dari 10 halaman.
  3. Cerita yang diceritakan biasanya bersumber dari kehidupan sehari-hari .
  4. Dalam cerpen hanya menceritakan inti sari dari cerita tersebut bukan kisah detail para tokohnya
  5. Dalam cerpen tokoh akan dihadapkan pada suatu permasalahan atau konflik yang pada akhirnya akan menemukan penyelesaian dari konflik tersebut.
  6. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dikenal pembaca.
  7. Pembaca dapat ikut merasakan langsung kisah yang diceritakan karena kesan yang ditinggalkan cerpen sangat mendalam.
  8. Mempunyai alur cerita lurus dan tunggal.
  9. Pendalam tokohnya sangat sederhana.
  10. Biasanya hanya menceritakan 1 kejadian atau peristiwa saja.


Unsur Intrinsik

     Unsur intrinsik adalah unsur pembangun yang berasal dari cerpen itu sendiri. Berikut macam-macam unsur intrinsik :

     1. Tema
     Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

     2. Alur / Plot
     Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.

     3. Setting
     Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.

     4. Tokoh
     Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.

     5. Penokohan
     Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:


  1. Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya. 
  2. Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).


     6. Sudut Pandang
     Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:

1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
     Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.

Contoh :
     Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

2. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
     Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.

Contoh :
     Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.

3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
     Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya.

Contoh :
     Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.

4. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
     Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.

Contoh :
     Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.

     7. Amanat
     Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.


Unsur Ekstrinsik

     Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen.

     1. Latar Belakang Masyarakat
     Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.

     2. Latar Belakang Pengarang
     Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.

     3. Biografi
     Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.

     4. Kondisi Psikologis
     Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.

     5. Aliran Sastra
     Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.


Sumber :




Rabu, 07 September 2016

Cara Mengganti Slider Pada Blog

Cara Mengganti Slider Pada Blog




  1. Login ke akun Blogger Anda
  2. Klik Rancangan atau Tata Letak (layout)
  3. Klik Edit HTML
  4. Tekan Ctrl + F (dimaksudkan untuk memudahkan pencarian)
  5. Ketiklah Title (nama) gambar yang akan diubah pada pencarian.
  6. Jika gambar anda mirip dengan gambar berikut serta kalimat yang ada di dalam gambar ini sama, coba ketik title yang berada di slide blog Anda pada kotak pencarian Anda. Contohnya :"This Is Featured Post 5 Title" 
  7. Setelah ketemu Anda dapat mengganti kalimat maupun gambarnya. 
  8. Ganti url gambar slide template Anda dengan gambar yang Anda inginkan, cara mudah, Anda Upload terlebih dahulu gambar Anda pada website misal di Picasa,Flickr, maupun Photobucket. Selanjutnya copy url-nya dan pastekan pada url gambar yang anda temukan tadi.
  9. Setelah pengeditan selesai Klik Simpan/Save
Catatan : 
  • Usahakan gambar yang Anda upload sama ukurannya dengan gambar sebelumnya
  • Untuk melihat ukuran gambar sebelumnya, Anda dapat meng-copy url gambarya dan mempastekannya di tab (jendela) baru berowser Anda.
  • Setelah itu simpan dan lihat resolusi (ukuran) gambar tersebut. 
  • Untuk memudahkan dalam pengeditan Lihat gambar berikut.


Sumber : http://waskitoinfo.blogspot.co.id/2013/01/cara-mengganti-gambar-slide-template.html